Latihan soal Passive voice

Change into passive voice

1. Mike opens the door
2. Mike is opening the door
3. Mike has opened the door
4. Mike opened the door
5. Mike was opening the door

Answer
1. The door is opened by Mike
2. The door is being opened by Mike
3. The door has been opened by Mike
4. The door was opened by Mike
5. The door was being opened by Mike

Iklan

Good bye 2013, welcome 2014!

Hi, Ini Endah. Saya bersyukur bisa diberi hidup yang sehat hingga saat ini. Saya akan menuliskan harapan dan rencana saya di tahun ini. Seperti tradisi yang biasa saya buat, saya harus membuat plan saya di tahun baru. Tapi sebelumnya, saya akan mereview kembali apa yang sudah saya capai di tahun lalu, 2013.

Seperti yang kalian bisa lihat di postingan saya sebelumnya tentang resolusi saya di tahun 2013. Harapan terbesar saya di tahun lalu dan bisa terwujud adalah saya akhirnya lulus kuliah. Saya menuliskan harus diwisuda di tahun itu. Alhamdulillah, kini harapan saya tercapai. Saya akhirnya bisa jadi sarjana pendidikan di tahun 2013.

Beberapa hal yang juga saya tulis akhirnya juga terwujud, sepeti contohnya beli printer dan handphone baru. Hehehe. Dan, untuk pertama kalinya punya teman dari luar negeri. Yang ini, beneran pertama kali dan saya juga surprise. Teman saya itu berasal dari belanda, kami kenal lewat online. Dan saya sedikit takjub karena dia dan teman wanitanya yang dari cina bernama Xie xi (I don’t really know her name) datang ke semarang dan menghabiskan waktu disini selama 2 hari. Mereka saya ajak sight seeing all around semarang.

Well, now I will reveal my resolutions for this Year.
First, saya ingin ikut Test TOEFL yang resmi dari ets which is need much money. Karena butuuh uang yang gak sedikit, ikut test TOEFL nya juga gak mudah. Maka, saya sekarang sedang mencoba memaksa diri saya untuk rajin belajar soal-soal TOEFL.

Second, Jadi guru english di sekolah formal. Sejujurnya, saya kini telah bekerja di sebuah lembaga bimbingan belajar Franchise (yang huruf depan K, belakangnya N alias Kumon) sebagai Full timer English disana. Tapi, my biggest goal sebenarnya adalah saya bisa menjadi English teacher di sebuah sekolah formal baik negeri ataupun swasta. Saya ingin merasakan atmosfer sebagai guru yang mengajar di kelas dengan 20 hingga 40 anak satu kelasnya.

Third, save more money. Saya cukup boros dan tidak tahan melihat uang terdiam membisu di dompet. Dan, itu bukan sesuatu yang baik. Saya harus mendisiplinkan diri saya agar menabung lebih rajin lagi. Dan tentu saja membuka sebuah akun di bank. Asal kalian tahu, hingga saat ini saya belum punya akun di bank. I don’t know the way to take money from ATM.

Fourth, Stop watching EXO videos. Yang satu ini, mungkin kalian banyak yang tidak tahu. Tapi saya adalah a fan of Hallyu wave. Tepatnya, saya fan nya EXO. Saya gak akan menjelaskan siapa mereka, kalian cukup ketik EXO di google maka,you will know. Stop stanning EXO and watching more English videos.

Fifth, learn new language. saya ingin belajar bahasa mandarin dan korea. Sejujurnya, saya lumayan familiar bahasa korea secara oral, efek dari hallyu. Tapi, mandarin ini benar-benar new for me. Kenapa milih mandarin? Karena mandarin adalah bahasa yang banyak penuturnya didunia setelah inggris. Sometimes, I wish I could be Polyglot.

Then, Find my soulmate. Sebenarnya saya ingin sekali kalau bisa menikah muda. Meski, target meikah saya umur 25. Tapi,Kalau saya bisa menemukan orang yang tepat maka saya takkan menundanya. Menikah itu ibadah,bukan?
Well, secara keseluruhan itu adalah beberapa harapan dan rencana saya di tahun 2014 ini. saya tidak akan terlalu details dengan beberapa list-list seperti postingan sebelumnya. Saya hanya memberikan secara garis besar apa yang saya harapkan akan terwujud. Saya yakin dengan menulis harapan dan rencana di awal tahun maka saya seperti punya tujuan. What should I do and should not.

Chapter 7

Pada hari ke lima, lagi-lagi aku berterimakasih pada domba itu – karena rahasia dari pangeran kecil terkuak untukku. Secara tiba-tiba, tanpa sesuatupun menuntunnya, seakan ini adalah pertanyaan yang sudah lama ada dan meditasi sunyi dari masalanya, dia bertanya:

“Seekor domba –jika dia makan semak-semak kecil, apakah ia juga makan bunga juga?”

“Seekor domba.” Jawabku, “dia makan apapun yang ia raih”

“Bahkan bunga yang berduri sekalipun”

“Lalu, durinya- apa gunanya itu?”

Aku tidak tahu. Pada saat aku sedang sibuk melepas sebuah baut yang menyumbat mesinku. Aku sangat khawatir, karena menjadi jelas bahwa kerusakan pesawatku menjadi sangat serius. Aku hanya punya sedikit sisa air minum yang mana menghadapkanku pada kemungkinan terburuk.

“Durinya-apa gunanya mereka?”

Pangeran kecil tak akan membiarkan pertanyaannya, dia sekali lagi menanyakannya. Sebagai mana aku marah pada baut itu. Dan aku menjawab dengan hal pertama yang terlintas di kepalaku:

“Durinya tidak berguna sama sekali. Bunga punya duri hanya untuk membuat iri hati!”

“Oh!”

Ada saat dimana benar-benar sunyi. Lalu, pangeran kecil menyorotku dengan semacam kemarahan:

“Aku tak percaya padamu! Bunga itu makluk yang lemah. Mereka lugu. Mereka menenangkan diri mereka sebaik mereka bisa. Mereka percaya kalau duri mereka adalah senjata yang mengerikan…..”

Aku tak menjawab. Secara singkat aku berkata pada diriku sendiri: “ kalau baut ini masih tidak mau berputar. Aku akan memukulnya dengan palu.” Lagi-lagi pangeran kecil menggangu pikiranku.

“dan kau sebenarnya percaya kalau bunga—–“

“oh, tidak!”rengekku. “tidak,tidak,tidak! Aku tak percaya apapun. Aku menjawabmu dari hal pertama yang keluar dari kepalu. Tidakkah kau tahu –aku sangat sibuk dengan hal-hal yang penting!”

Dia menatapku. Seperti geledek di siang hari.

“Hal-hal penting!”

Dia melihatku dari sana, dengan palu ditanganku, jari jariku yang hitam dengan gemuk mesin, ia membungkuk pada benda yang tampaknya sangat jelek baginya…..

“kau bicara seperti orang-orang dewasa!”

Itu membuatku sedikit malu. Tapi dia berkata dengan keras hati:

“Kau mencampur semuanya bersama… kau membingungkan semua hal……” Dia sangat marah. Dia melempar pengeriting emasnya ke udara.

“Aku tahu sebuah planet yang disana ada seorang lelaki dengan wajah merah. Dia tak pernah mencium bau bunga. Dia tak pernah melihat bintang. Dia tak pernah mencintai seorangpun. Dia tak pernah melakukan apapun dihidupnya kecuali menjumlahkan angka-angka. Dan sehari-hari yang dikatakannya seperti kau : “Aku sibuk dengan hal-hal penting!’ dan itu membuatnya menyombongkan dirinya. Tapi dia bukan manusia- dia hanya sebuah jamur!”

“Sebuah apa?”

“Sebuah jamur!”

Pangeran kecil sekarang memutih tampak gusar.

“Bunga-bunga telah menumbuhkan duri-durinya jutaan tahun. Untuk jutaan tahun tersebut domba telah memakan mereka. Dan itu bukan hal penting untuk dipahami mengapa bunga-bunga mengalami kesulitan menumbuhkan duri yang mana mereka tak pernah menggunakanya? Apakah perang antara domba dan bunga tidak penting? Apakah ini tidak lebih penting dari kesimpulan seorang lelaki gemuk berwajah merah ? dan jika aku tahu – aku, sendiri, satu bunga yang unik didunia, yang tumbuh dimanapun di planetku, tapi domba kecil mana yang bisa merusak dalam satu gigitan di pagi hari, tanpa tahu apa yang sedang dikerjakannya-Oh! Kau pikir itu tidak penting!”

Wajahnya berubah dari putih ke merah, kemudian ia melanjutkan:

“Jika seseorang mencintai sebuah bunga, satu bunga tumbuh di berjuta-juta bintang, itu cukup membuatnya senang hanya dengan meilhat bintang. Dia bisa mengatakan pada dirinya, “Dimanapun, bungaku ada disana….’ Tapi jika domba memakan bunga, pada saat itu semua bintang akan menjadi gelap… dan kau pikir itu tidak penting!” dia tak bisa bilang apapun lagi. Kalimatnya tertahan oleh isak tangis.

Malam telah turun. Aku meletakkan peralatanku. Saat ini paluku, bautku, hausku, atau kematian sekarang apa? Pada satu bintang, satu planet, bumi, ada seorang pangeran kecil yang butuh dihibur. Aku menariknya dalam pelukanmu, dan mengoncangkannya. Aku berkata padanya:

“Bunga yang kau cintai tidak dalam bahaya. Aku akan mengambarkanmu sebuah moncong untuk dombamu. Aku akan mengambarkanmu sebuah pagar disekeliling bunga-bunga. Aku akan-.

Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan padanya. Aku merasa kikuk dan tolol. Aku tidak tahu bagaimana aku bisa memahaminya, dimana aku bisa menyusulnya dan sepaham denganya sekali lagi.

Ini semacam tempat rahasia, Negeri air Mata.

 

 

Chapter 6 (Pangeran Kecil)

Oh, pangeran kecil! sedikit demi sedikit aku memahami rahasia dari  kesedihan hidup kecilmu…. Untuk waktu yang lama kau hanya mempunyai hiburan di kebahagiaan sepimu dari memandangi mentari. Aku belajar dari detail baru di pagi hari pada hari keempat, saat kau berkata padaku:

“Aku sangat menyukai mentari pagi. Sini, Ayo kita lihat mentari sekarang.”

” Tapi kita harus menunggu.”kataku

“Tunggu? untuk apa?”

“Untuk mentarinya. Kita harus menunggu sampai waktunya.”

Pertama kau tampak sangat kaget. lalu kau tertawa pada dirimu sendiri. kau bilang padaku:

” aku selalu berpikir kalau aku sedang dirumah!”

Begitu. Semua orang tahu bahwa saat siang di amerika, matahari sedang terbenam di prancis.

jika kau bisa terbang ke prancis dalam satu menit, kau bisa pergi langsung melihat fajar, tepat saat siang. sayangnya, prancis sangat jauh. Tapi planetmu yang kecil, pangeran kecilku, yang kau butuhkan hanya memindahkan kursimu sedikit saja. kau bisa melihat hari berakhir dan senja berakhir kapanpun kau mau…..

“Suatu hari” katamu padaku, ” Aku sudah melihat fajar 44 kali!”

dan tak lama kau menambahkan:

” kau tahu-sesorang mencintai fajar, saat yang lain bersedih…”

” kau sedih saat itu? tanyaku, ” pada hari ke 44 kali  melihat fajar?”

Tapi pangeran kecil tak menjawabnya.

Chapter 5 (Pangeran Kecil)

Karena setiap hari berlalu, aku telah belajar dalam pembicaraan kami, sesuatu tentang planet asal pangeran kecil, keberangkatan dari sana . Informasi yang akan sangat lambat, sebagaimana yang ada di pemikirannya. Dari yang kudengar di hari ketiga, itu seperti ini tentang bencana dari baobab. Saat ini, sekali lagi, aku mengambar domba untuk berterimakasih karenanya. Pangeran kecil yang bertanya padaku tiba-tiba-seakan disiksa oleh keraguan yang terkubur- “ini benar, kan, bahwa domba makan semak-semak kecil”

“ya, benar”

“ah, senangnya”

Aku tak mengerti mengapa itu penting bahwa domba sebaiknya makan semak-semak kecil. Tapi pangeran kecil menambahkan:

“Itu berarti mereka juga makan baobab?”

Aku menduga bahwa yang dimaksud pangeran kecil baobabs bukan semak kecil, tapi, kebalikannya, pohon-pohon sebesar kastil: dan bahkan jika dia mengambil sekawanan gajah , mereka tak akan makan sampai satu baobab.

Ide sekawanan gajah membuat pangeran kecil tertawa.

“kita akan menaruh mereka diatas yang lain.” Katanya

Tapi dia membuat sebuah komentar bijak:

“Sebelum mereka tumbuh besar, baobab mulai dari kecil”

“Itu benar sekali,” kataku. “Tapi mengapa kau ingin dombanya makan baobab-baobab kecil?”

Dia menjawabku sekali,”Oh, sini, sini!”, seakan-akan dia sedang bicara sesuatu yang sudah jelas-jelas. Dan aku menurut dengan nyali yang besar untuk menyelesaikan masalah ini, tanpa banyak bantuan.

Tentu saja, aku belajar, ada planet dimana pangeran kecil hidup sebagaimana pada semua planet- tanaman yang baik dan buruk. Sebagai akibat ada bibit bagus dari tanaman baik, dan bibit jelek dari tanaman buruk. Tapi bibit itu tak kelihatan. Mereka tertidur jauh di jantung hati bumi di kegelapan, sampai sesorang dari mereka menangkapnya dengan hasrat ingin menumbuhkannya. Lalu, biji kecil ini akan merentangkan dirinya dan mulai- dengan takut pertamanya- mengeluarkan pesona tangkainya yang kecil dengan perlahan naik kearah matahari.  Jika ini hanya sebuah tunas dari lobak atau tangkai dari sebuah semak bunga mawar, seseorang akan membiarkanya tumbuh dimanapun yang diinginkan. Tapi, kalau itu tanaman yang buruk, seseorang pasti menghancurkanya secepat mungkin, di saat pertama kalinya mereka mengenalinya.

Sekarang ada beberapa bibit yang buruk di planet yang merupakan rumah dari pangeran kecil; dan ini adalah bibit dari bibit baobab. Tanah dari planet ini dipenuhi dengan mereka. Sebuah baobab adalah sesuatu yang tidak akan pernah, tak akan bisa meski kau berkeinginan menjauhinya-terlalu terlambat. Mereka tersebar diseantero planet. Jelas menjemukan dengan semua akar-akarnya. Dan jika planet terlalu kecil, dan baobabnya sangat banyak, mereka akan membelah menjadi bagian-bagian kecil…

“Sebuah pertanyaan dari kedisiplin..”Pangeran kecil mengatakan padaku kemudian. “Saat kau telah menyelesaikan urusan pribadimu di pagi hari, lalu saatnya menghadiri urusan dari planetmu, begitu, dengan perhatian yang besar. Kau  harus melihatnya menarik secara teratur semua baobab, pada saat pertama ketika mereka bisa dibedakan dari semak mawar yang mirip sekali di masa mereka masih muda. Pekerjaan yang membosankan,” tambah pangeran kecil, “ tapi sangat mudah”

Dan suatu hari dia berkata padaku: “ Kau harus membuat gambar yang indah, agar anak-anak ditempatmu tinggal bisa melihatnya persis bagaimana semua ini. akan sangat berguna bagi mereka kalau mereka ingin berpergian suatu hari nanti. Terkadang,” dia menambahkan, “Tak ada salahnya menunda pekerjaan sampai hari lain. Tapi kalau masalah baobab, itu selalu berarti sebuah bencana. Aku tahu sebuah planet yang dihuni oleh seorang yang malas. Dia mengabaikan tiga semak kecil….

Sehingga, sebagaimana pangeran kecil mendeskripsikannya padaku, aku membuat sebuah gambar planet itu. Aku tak ingin banyak bersikap seperti seorang moralis. Tapi bahaya dari baobab sedikit dipahami, dan sangat dipertimbangkan resikonya akan dirusak oleh semua orang yang mungkin tersesat di sebuah asteroid, itu untuk sekali aku menerobos pertahananku“Anak-anak,” aku berkata datar,” hati-hati dengan baobab!”

Kawanku, seperti diriku sendiri, telah melewati bahaya ini untuk waktu yang lama, tanpa pernah tahu itu, dan untuk mereka aku telah berusaha keras pada gambar ini. Pelajaran yang aku lewati dari semua kesulitan ini adalah semuanya berharga bagiku.

Mungkin kau akan bertanya padaku, “Mengapa tidak ada gambar lain di buku ini sebagai karya yang hebat dan berkesan sebagaimana gambar dari baobab?

Jawabnya sederhana. Aku sudah mencobanya. Tapi  aku tak pernah berhasil dengan semuanya itu. Ketika aku membuat gambar dari baobab aku dibawa melebihi batas diriku sendiri oleh kekuatan inspirasi atas kebutuhan yang mendesak.

 

 

 

Chapter 4 (Pangeran Kecil)

Aku telah belajar dari fakta kedua yang paling penting: bahwa planet  pangeran kecil berasal tidak lebih besar dari pada sebuah rumah!

Tapi itu tidak sangat mengagetkanku. Aku tahu dengan baik penambahan planet-planet besar-seperti bumi, jupiter, mars, venus–yang pernah kita beri nama, ada ratusan yang lainnya, beberapa dari mereka sangat kecil yang butuh waktu lama untuk dilihat dari teleskop. Ketika seorang ahli astronomi menemukan salah satu dari mereka yang tidak ia beri nama, melainkan hanya angka. Dia mungkin menamai, contohnya, “Asteroid 325”

Aku punya alasan yang serius untuk percaya bahwa planet asal pangeran kecil adalah asteroid yang terkenal sebagai B-612.

Asteroid ini hanya terlihat sekali melalui teleskop. Terlihat oleh ahli astronomi turki di tahun 1909.

Dalam membuat penemuanya, ahli astronomi ini telah mempresentasikan pada kongres astronomi internasional, dalam sebuah demonstrasi yang besar. Tapi dia berpakaian turki, dan takkan ada seorangpun yang akan percaya pada yang di katakannya.

Para orang dewasa seperti itu…….

Untungnya, walau demikian, demi reputasi dari asteroid B-612, seorang penguasa turki membuat aturan bahwa persoalannya, dibawah rasa sakit dari kematian, yang mengharuskannya berpakaian orang eropa. Jadi di tahun 1920 ahli astronomi ini mendemonstrasikan sekali lagi, dengan gaya yang sangat mengesankan dan elegan. Dan pada saat itu semua orang menerima hasil laporannya.

Jika aku mengatakanmu detail-detail tentang asteroid, dan membuat beberapa catatan untukmu, ini adalah tanggung jawab orang dewasa dan jalan pikirnya. Saat kau ceritakan pada mereka kalau kau telah berkenalan dengan teman baru, mereka tidak akan menanyakan mu banyak pertanyaan tentang hal-hal penting. Mereka takkan pernah menanyaimu, ”Bagaimana suaranya terdengar? ”Apa permainan yang paling kau sukai? Apakah dia mengoleksi kupu-kupu?” Malahan mereka menanyaimu:”Berapa umurmu? ”Berapa saudara yang dia punya? Berapa berat badan nya? Berapa gaji ayahnya? Hanya seputar inilah mereka pikir bisa dipelajari tentang nya.

Jika kamu berkata pada orang dewasa: ”Aku melihat sebuah rumah cantik dari batu bata merah, dengan bunga geranium di jendelanya dan merpati di atas atapnya, ”Mereka tidak akan tahu rumah seperti apa itu. Kamu justru harus mengatakan pada mereka: “Aku melihat sebuah rumah yang harganya 20 ribu dollar.” Lalu, mereka akan berseru:”Oh, sunguh rumah yang cantik!”

Walau demikian, kau mungkin mengatakan pada mereka: “Bukti bahwa pangeran kecil itu ada adalah dia berwibawa, dia tertawa, dan dia mencari seekor domba. Jika seseorang menginginkan domba, itu bukti bahwa dia ada.” Dan apa bagusnya mengatakan hal itu pada mereka? Mereka akan mengangkat bahunya, dan memperlakukanmu seperti seorang anak kecil. Tapi jika kamu berkata padanya: “Planet tempat pangeran kecil berasal adalah Asteroid B-612,”Mereka akan percaya, dan meninggalkanmu dalam damai dari pertanyaan-pertanyaan mereka.

Mereka seperti itu, seseorang harus menahan untuk menghadapi mereka. Anak-anak sebaiknya selalu menunjukkan kesabaran yang besar dihadapan orang-orang dewasa.

Tapi, tentu, bagi kami yang memahami kehidupan, Angka-angka adalah persoalan ketidakpedulian. Aku seharusnya memulai cerita ini dengan cara kebiasaan cerita dongeng. Aku seharusnya menulis: “Suatu hari ada seorang pangeran kecil yang hidup di sebuah planet yang nyaris tidak lebih besar dari dirinya sendiri, dan  membutuhkan seekor domba….”

Untuk mereka yang memahami kehidupan, hal itu akan memberikan kebenaran dari ceritaku.

Untuk seorang yang aku tak ingin membaca bukuku dengan sembarangan. Aku telah menderita banyak kesedihan demi mengumpulkan kenangan ini. Enam tahun telah berlalu sejak kawanku pergi dari ku, dengan dombanya. Jika aku mencoba mengambarkannya disini, itu hanya membuatku yakin untuk melupakannya. Melupakan seorang teman itu menyedihkan. Tak semua orang bisa punya seorang teman. Dan jika aku melupakannya, aku mungkin menjadi orang-orang dewasa yang tak tertarik pada apapun melainkan angka….

Ini untuk tujuan itu lagi, bahwa aku telah membawa sekotak cat dan beberapa pensil. Sulit untuk mengambarkannya lagi di usiaku, ketika aku tak pernah membuat banyak  gambar sebelumnya kecuali ular-ular boa dari bagian luar dan ular boa dari bagian dalam, sejak aku enam tahun. Aku akan mencoba membuat potretnya se-nyata mungkin. Tapi aku bukannya yakin berhasil. Satu gambar berjalan dengan benar, dan yang lain tak punya kemiripan dengan modelnya. Aku membuat banyak kesalahan, juga, pada tinggi pangeran kecil: dalam satu kesempatan dia tampak terlalu tinggi, dan kadang terlalu pendek. Dan aku merasa ragu dengan warna pakaiannya. Jadi aku meraba-raba sebaik yang aku bisa, sekarang bagus, sekarang jelek, dan aku berharap lumayan dan tak berlebihan.

Dan detail paling penting yang aku akan membuat kesalahan, juga. Tapi itu bukanlah sesuatu yang akan jadi kesalahanku. Temanku tak pernah menjelaskan apapun padaku. Dia berpikir, mungkin, aku seperti dirinya. Tapi, aku, aduh, tidak tahu bagaimana melihat domba melalui dinding-dinding kardus. Mungkin, aku sedikit seperti orang-orang dewasa. Aku juga telah menua.

latihan soal Past tense dan Past perfect tense

Complete the blank using the words in the box ! ddl

didn’t realise      discovered      had been playing           had broken      heard        hurt      jumped      killed      looked               phoned      ran      saw      tried        was happening      was playing            watching      went       were driving      were escaping   

Exercise 1. While I ______(1)(play) football I ___(2)(hurt) my leg. However, until I ___(3)(see) a doctor I ______(4)(not realise) that I _____ (5)(break) it. 

Exercise 2. The police _____ (6)(go) to the bank after a neighbour _____(7)(phone) to tell them what _______(8)(happen). They soon ______(9)(discover) that the robbers ______(10)(escape) in a stolen car. The men _____(11)(kill) one of the guards who_____ (12)(try) to stop them as they _______(13)(drive) away. The guard ______(14)(jump) out in front of them but they just ___(15)(run) over him. 

Exercise 3.Suddenly they ____(16)(hear) a strange noise and ____(17)(look) at each other in terror. All evening they ___________(18)(play) cards and _____________(19)(watch) television without thinking of the ghost.

 

answer 1. was playing 2. hurt 3. saw 4. did not realise 5.had broken 6.went 7. phoned 8. was happening 9. discovered 10. were escaping 11.killed 12. tried 13. were driving 14. jumped 15. ran 16. heard 17. looked 18. had been playing 19. watching

 

NB: actually, i found this material in a website while i was searching this material to my students, but- unfortunately i forgot the link of the website. I re-write again all the question and put a picture there, then i also write the answer. Hope, it will be usefull for ya!