Boleh cari duit di mata kuliah ini, lho.


Berkesan. Begitulah perasaan saya ketika ditanya tentang bagaimana mata kuliah entreprenership yang telah saya ikuti di semester 7 kali ini. Meski, waktu perkuliahan tidaklah lama hanya satu setengah bulan. Saya rasa makul ini tidak akan pernah saya lupakan, bahkan seumur hidup saya.
Kenapa?
Karena hanya di perkuliahan Entrepreunrship inilah saya sangat diijinkan untuk mencari uang. Tentu saja, uang yang saya dapatkan adalah uang dari hasil kerja saya sendiri. Mahasiswa diusahakan untuk mencari uang sebagai modal awal usaha dengan tangan dan keringat mereka sendiri. Tidak boleh minta uang dari orang tua atau memakai uang sendiri yang tidak dikhususkan untuk entrepreunership. Meski, harus diakui pada kenyataanya teman-teman saya ada yang cuek saja dan tidak berusaha untuk do the work in this subject.
Jadi awalnya.
Saya harus punya modal, modal itu nantinya akan saya gunakan untuk mengembangkan usaha saya. Maka, dari situlah uang berputar dan menghasilkan keuntungan. Tapi masalahnya, mengumpulkan modal bukan perkara mudah terlebih bagi mahasiswa yang agak malas bergerak seperti saya. Beruntungnya, saya memilki teman-teman yang punya jiwa bisnis besar. Kami pergi mengumpulkan baju baju bekas kami dan menanyakan teman-teman kami apakah mereka punya baju bekas yang sudah tidak terpakai tapi masih layak jual. Alhamdulillah, selama 3 kali berjualan baju bekas saya bisa mendapatkan uang sebesar Rp.120.000 Hasil yang cukup sangat membuat saya kaget waktu itu, karena bisa dapat uang sebesar itu dengan berjualan baju bekas. Tentu saja baju bekas yang dijual masih bersih sehingga harganya bisa lebih bersaing.
Kedua,
Setelah, itu ternyata pak dosen menyuruh kami mengumpulkan uang hasil usaha yang pernah saya lakukan selama 3 minggu tersebut. Saya serahkan uang hasil penjualan baju bekas selama 3 minggu ke dosen saya. Kemudian, beliau menyuruh kami kembali untuk mencari modal dan melakukan sebuah usaha. Saya putar utak lalu, saya kumpulkanlah kardus-kardus yang orang tua saya punya. Orang tua saya adalah pedagang, dan kami punya persedian kardus yang cukup. Saya jualah kardus-kardus itu ke pengepul.
Usaha berjualan camilan.
Modal dari berjualan kardus saya putar untuk berjualan camilan di kampus. Sebenarnya ide berjualan snack camilan adalah ide sahabat saya, Septiana Vella Ayunani. Dia yang lebih dulu berjualan di kampus dengan membawa seplastik besar camilan yang sudah terlebih dahulu dibungkus 1000. Saya kemudian mengekor karena bisnis cemilan ini, lumayan laris manis di kampus. Waktu itu, modalnya hanya 30.000. Setiap kami membawa sekantong plastik besar macam-macam camilan mesti ludes. Pulangnya, barang dagangan kami pasti lenyap, kalaupun sisa hanya dua-atau tiga bungkus saja.
Dari hasil berjualan camilan 2 minggu saya kemudian bisa balik modal dan dapat laba. Karena tuntunan dosen saya untuk mengumpulkan uang sebanyak 210.000 maka, saya akhirnya membayarkan kekurangan 90.000 kemudian, sebelumnya saya sudah setor 110.000.
Berjualan Handuk dan seprai
Dosen saya menyuruh untuk menjual handuk dan seprai. Waktu itu saya diberi jatah handuk angry bird. Harga yang diberikan Rp. 30.000/handuk. Handuknya cukup bagus dan menyerap baik. Sedang teman saya yang lain ada yang kebagian menjualkan seprai, dan selimut. Teman-teman saya yang get into this bussines, sampai bikin bisnis online di facebook dan BB segala, lhoo. Ada juga yang dengan niatnya, di tawarin ke ibu-ibu di perumahan. Kalo saya, sih jangan ditanya. Hewhehehe:0.Macet.
Diakhir perkuliahan, uang sebesar Rp. 210.000 yang dikumpulkan di pak dosen pun, akhirnya dikembalikan. Saya pun diberi tugas untuk membuat proposal rencana bisnis. Saya bikin proposal bisnis lumpia gaoul. Ngarang sih, tapi okelah kalau seadaninay meh niat diterapin.
Well, Saya melihat teman-teman saya diam-diam ada yang jiwa bisnis nya besar, lhoo. Sampai saya hari ini menulis tulisan inipun, masih ada yang jadi membernya pak dosen saya. Masih menyambi jualan sprei dan handuk. Salut deh pada mereka. Ada juga nih, temen aku yang punya stand di lantai 5. Mereka buka stand minuman teh. Namanya unik deh, skripsi teh. Hhahaa.. mentang-mentang mahasiswa tua yang mau skripsi.
Jadi begitulah cerita saya seputar mata kuliah entrepreunrship di kampus saya. Benar juga lho, mahasiswa itu gak harus melulu duduk dan melihat saja di kelas. Mereka perlu merasakan langsung panas dan keringat yang dirasakan saat cari uang. Kuliah sambil kerja itu keren banget. Makanya, aku salut sama mahasiswa yang mau kuliah sambil kerja, gak mudah tapi gak sulit juga untuk dilakukan.
Oke, Salam sukses!! Pengusaha Muda!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s