kaki kuda ibuku


Embun belum kering

Tapi  kau perang dengan dingin

Kokoh tak gentar

Kau persenjatai diri, tapal dikaki

Tapal yang menderap jantung

Tubuhku masih  terbujur dalam belaian subuh

begitu aku bermimpi tentang derap kuda berlari

aku mendengar gemericik genangan air yang dipijak

aku mendengar keping-keping doa yang terpanjat

aku mendengar rumput yang tercabut

Dengan kaki kaki legammu,mengurat kuat

Dengan derap semangatmu,api berkobar

dengan kelembutan nuranimu,ilalang berdendang

Ibu aku ingin sepertimu, yang sanggup berdiri,tak peduli letih menggerogoti,tak peduli langit terus berganti.kau tetap berdiri,biar mampu berlari, sejajar,bersama derap-derap mentari .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s