my first short story


Saat High school,saya ikut lomba cerpen di koran lokal di kota saya,semarang.Suara Merdeka.Tidak nyangka saya bisa buat cerpen ini,suprise juga.Lalu,saya kirim ke sana dan alhamdulilah meski tidak menang juara ,at least udah masuk 24 finalis dan katanya sih telah mengalahkan ratusan pengirim lainnya.Hahaha.Syukur deh,meski agak absurd juga kok ternyata saya bisa ya? tapi,teteplah bersyukur.

Byur!

Oleh :Endah Puji Lestari

Pagi yang cerah,matahari tertawa terang di peraduanya.Burung-burung berkicau manja,senyum cerah ceria mengembang di wajah siswa-siswi SMA Negeri kita.Berbeda dengan jarot,cowok yang duduk di bangku kelas tiga ini terlihat sayu dan menyedihkan.menjelang detik-detik kelulusannya,jarot seringkali lembur untuk belajar larut malam.Akibatnya,kedua matanya sembab,mirip orang yang kena bogem semalaman.

“Woi,my man!”seru hendro,teman akrab jarot.”lu,abis kena bogem preman mana?bilang sama guah”

Jarot besenggut.”Gua kagak kenapa-napa.Ya,kurang tidur aja,semalam suntuk belajar wayangan”.

“ya ampyuun”seru jarot.”lu kenapa belajar wayang,udah tau mau kelulusan.sekarang ini,kita mau try-out matematika.bukan wayang”.

“belajar wayangan dodol!”jawab jarot kesal.

”apaan tuh ?”ujar hendro penuh tanya.karena kelewat suntuk dengan kicauan hendro.jarot tak mengindahkan pertanyaan hendro,dan memilih berlalu menuju ruang kelasnya.

Di ruang kelas sepanjang try-out dimulai,teman-teman sekelas jarot luar biasa gaduh.Mereka sibuk celingukan sana sini mencari contekan.Lain halnya dengan jarot,ia terlihat adem ayem.sunyi senyap.jarot tampak menekuni kertas soal tersebut dengan seksama.terang saja,karena jarot mulai kesulitan memahami bacaaan soal tersebut.rupanya belajar wayangan semalam,berimbas pada mata jarot yang jadi gontai.ia memandangi teks soal yang terlihat tak beraturan,serong kanan dan kiri.

Dilihat jam yang bersarang di tangan kirinya,menunjukkan pukul 11.30.”masih lama,apa gua tidur bentar aja,ya.”pikir jarot.Finally  jarot memutuskan ndlosor di mejanya,dan..

“Hoah”

***

“tet,tet,tet….”bel istirahat berkumandang.Siswa-siswi SMA Negeri kita berbondong-bondong keluar kelas.Tak terkecuali dengan Jarot,Ia memilih pergi ke kantin demi hasratnya memuaskan cacing-cacing di perutnya.Pucuk dicinta ulam pun tiba.Begitulah lukisan hati jarot sekarang.ia tak menyangka di koridor sekolah yang sumpek dan ramai ini,dalam perjalananya ke kantin munculah seorang bidadari.Yayi.Sesosok cewek imut,mirip bayi inilah yang kerap mengisi malam –malam panjang jarot.

Yayi kini asyik bercanda gurau dengan teman se-genknya.jarot pun memperlambat langkahnya,matanya tak berkedip memandangi cewek yang cuma bisa jadi cinta dalam hatinya.T iba-tiba.

“loh,loh,kenapa bidadariku pergi?mau kemana ya?”ujar jarot lirih sambil terus mengamati dari jauh,yayi yang kini mulai terlepas dari rotasi genknya.

Jarotpun bergegas mengikuti yayi.langkah yayi  akhirnya berhenti di sebuah ruang perkakas olah raga yang sepi.jarot terus mengintai,dilihatnya yayi yang berdiri mematung kaku,sambil menutupi wajanya dengan sebuah buku.

“ada apa gerangan wahai bidadari malam ku?mengapa dikau menyepi sendiri disini?ujar jarot puitis.”waduh,dia itu kenapa?apa ingin cari tempat sepi biar bisa baca buku dengan tenang,tapi kok bacanya dekat sekali sama mata .jangan –jangan dia lagi nangis,mungkin ada masalah sama genknya.wah,ini kesempatan gua buat curi hati yayi. gua akan cairkan segala galau,gundah dan resahmu.gua akan buat lu,bahagia sentosa dunia akhirat.hehe.yayi,Im coming!”

Jarot memberanikan diri mendekati yayi.kini ,ia tepat disamping bidadarinya itu.jarot merasakan jantungnya berdebar kencang,keringat dinginpun mengucur deras di pelipis matanya.Anehnya jarot tak mendengar isak tangis yayi.diam.lantas?jarotpun semakin mendekat,ia  pun melongok.ya ampun,perhelatan akbar sedang berlangsung disini.jarot terkejut,ia cuma bisa kedap-kedip atas apa yang ia lihat.betapa seorang yayi sedang asyik berburu harta karun.

Siang yang panas.Matahari garang bersinar.Siswa –siswi  bergegas pulang kerumah mencari keteduhan.jarot pun melangkah keluar,tapi ditengah jalan ia bertemu dengan yayi.jarot sunguh senang bukan main,sekaligus dag dig duer mendapati yayi yang kini berdiri menghadangnya.tapi wajah yayi sangat pucat,ia terus menundukkan kepalanya  seolah malu pada jarot.”apa,dia malu ma gua ya,gara-gara gua gep-in dia ngupiel,tadi pagi.wah,bahaya nih kalau dia benci ma gua.bisa –bisa pupus sudah harapan jadi pangerannya”pikir jarot

Buru-buru jarot nyeplos membuka pembicaraan.”maaf,gua tadi nggak ada maksud buat lu malu,sedih atau marah.pliss,maafin gua..”

“eh,nggak kok.”sergah yayi.”itu salah gua,gua jorok yah.lu pasti ilfil deh”.

“lu itu baik dan pintar,udah gitu cantik lagi.Soal yang tadi pagi itu….”kata-kata jarot mengantung,tak tega untuk meneruskannya.

Yayi semakin dalam tertunduk malu.”tuh kan,lu jijik sama gua kan”.tiba-tiba yayi meraih tangan jarot.”gua mohon,lu jangan bilang  siapa-siapa soal gua ngupil di ruangan itu,pliss.”pinta yayi.

“mimpi apa gua ada bidadariku mohon mohon gini.apapun yang lu minta,bakal gua ijabahin,dah.lagian,sekalipun gua koar-koar aib lu ke seantero penjuru sekolah,kagak ada yang bakalan percaya kalau cewek seimut lu,ngupil.hehhe”batin jarot

Semenjak yayi ketahuan asyik berburu intan,emas dan berlian di ruang perkakas itu,dia jadi deket banget sama jarot.Saban,istirahat mereka sering kekantin bareng.kalau pulang sekolah,jarot jadi punya profesi baru.tukang ojeknya yayi.hoho.Wah,ada yang kasmaran nih.Serasa dunia milik berdua,yang lain ngontrak.

Suatu hari saat jarot asyik nelpon yayi,dia merencanakan buat ngajak yayi pergi ke sebuah danau di pinggiran kota.Niatnya sih,jarot ingin mendeklamasikan cintanya ke yayi.Dia udah bosen cuma jadi secret admirer,pingin naik status gitu.

“mau yah besok ke danau?”

“buat apa kesana?mancing ikan cithul”ujar yayi diujung telepon sana

Jarot ketawa.”ah,kamu masak kesana mau mancing ikan cithul.”

“lah,terus napa?”

“nguras danau,mau?”celetuk jarot

“kamu ngapain sih,ngajak aku kesini?”tanya yayi saat mereka tiba di tepi danau.”tuh,lihat banyak sampah?”.sebenarnya dalam hati,yayi kurang nyaman berada di danau ini,yang banyak enceng gondok dan sampah-sampah bertebaran di sekitar air danau.

“sorry yah,sebenarnya ada yang mau aku bilang ke kamu”ujar jarot sambil terus merapat dipinggiran danau.jarotpun akhirnya berdiri di sebuah kayu di pinggir danau.

“eh,kamu jangan jauh-jauh,ntar jatuh lhu?”ujar yayi

“iya,sayang.disini aja kok.hehe”rayu jarot.muka yayi lalu memerah,dan ia tampak tersipu malu mendengar rayuan gombalismenya jarot.

Jarot memberanikan diri meraih tangan yayi,ia mencium tanganya.”aku sayaaang banget sama kamu.sejak kita kelas satu dulu,aku udah sering perhatiin kamu.kamu mau jadi cewek aku?”

“kamu suka sama aku?”kata Yayi malu malu harimau.

“iya.kamu gimana?”kejar jarot.Yayi menunduk lama.ia tampak berpikir,bibirnya ingin bicara.namun kelu,kata-katanya seolah tercekat di tenggorokan.

Satu menit,dua menit,tiga menit.akhirnya Yayi buka mulut.”kamu mau sama cewek jorok kayak aku?”

Jarot tertawa geli.ia lalu menjelaskan dengan segamblang-gamblangnya,kalau ia mencintai Yayi apa adanya dia.sekalipun dia suka kentut,ngiler,dan ngupil.ia akan terus sayang dan cinta.weleh-weleh..dasar wong wes kadung gandrung,tahi ayampun rasa coklat.

“Jar..jarot.woi jarot !”seru seseorang di jauh sana.kedua pasangan ini,saling celingukan mencari sumber suara.

“siapa sih,gangu aja.kagak tahu apa,ada orang yang lagi suka cita”ujar jarot.”udah,cuekin aja yi.jadi gimana?”

“ya udah”

“ya udah gimana?”ucap jarot sambil mengengam jemari jemari yayi.mata mereka beradu,saling menerka maksud hati masing-masing.yayi lantas mengangukkan kepalanya.

“hore.hore.akhirnya gua pacaran sama yayi.!!”teriak jarot.saking gembiranya,ia loncat-lonjat dan tidak sadar kalau kayu tempatnya berdiri rontok satu persatu.dan …

“byur!!”

“Byur!”sekujur tubuh jarot basah kuyup

“hah,hah”jarot megap-megap,mirip ikan yang baru ditangkap dari laut.”help,help.i can’t swim!”.Waduh ini bocah,gaya bener pake british segala.

“woi jar!sadar lu!”teriak hendra.jarot kget bukan kepalang,mendapati hendra berdiri dihadapanya,disampingnya ada pak Bon yang sedang menenteng ember kosong.

“gua,dimana nih.ndra?”tanya jarot yang belum seratus persen sadar.hendra tertawa geli.“loh?gua kok disini.bukanya tadi gua,didanau ya,sama yayi.

“wah,payah nih bocah.udah molor berjam-jam,sempet-sempetnya mimpi gituan ma yayi.nyadar nggak lu,dah empat jam lu tidur sejak dari tadi pagi kita try out!”

“gile,lu ndro?kata jarot dengan gaya warkopnya.”napa,lu kagak bangunin gua!wah,tega-lu tega!”

Hendra dan pak bon tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi jarot yang melasnya bukan main.”yeee,gua tadi niatnya mau bangunin lu!tapi sekelas pada sepakat buat ngebiarin lu tidur sampai lu bangun sendiri.Mereka pada nggak tega,lihat lu kayaknya puless banget.eh,nggak tahunya malah lu bablas sampai sekolah mau ditutup”

“waduh”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s